Identifikasi source yang tersedia
Mulai dari alamat IP IED, CID/ICD/IID/SCD yang tersedia, atau keduanya. Pertahankan original file dan catat receiving system yang dituju.
Gunakan ARSAS untuk discovery complete live IED model, generate IID atau ICD ketika vendor file tidak usable, normalize bounded single-IED SCL, membandingkan configured intent dengan runtime evidence, dan mengisolasi mismatch reporting atau GOOSE sebelum mengubah project tujuan.
Failure interoperability biasanya berada di antara tiga sumber: IED yang online, engineering file yang menggambarkan intended configuration, dan proprietary expectation SAS atau gateway penerima.
Mulai dari alamat IP IED, CID/ICD/IID/SCD yang tersedia, atau keduanya. Pertahankan original file dan catat receiving system yang dituju.
Periksa physical identity, full MMS domain, hierarchy, DataSet, RCB, type information dan service behavior aktual.
Buat IID/ICD dari complete live discovery, atau convert opened source menjadi generic single-IED output sambil mempertahankan findings dan provenance.
Periksa RCB name, availability, DataSet membership, trigger options, APPID, VLAN, address, reference, sequence behavior dan ordered payload.
Import bounded output, pertahankan exact error, lalu pisahkan masalah schema, identity, reference, reporting dan proprietary importer sebelum melakukan perubahan.
Koneksi, generation atau import yang berhasil belum membuktikan conformance penuh, interoperability dengan semua vendor, kebenaran project atau acceptance oleh proprietary tool lain. Final validation FAT/SAT tetap diperlukan.
Gunakan installer untuk workstation normal, pilih portable single EXE untuk deployment tanpa instalasi yang disetujui, dan verifikasi SHA-256 sebelum digunakan.
Yang baru, batasan dan status signing →