Membuat route ARServer pertama yang benar-benar jalan
1. Siapkan environment yang aman
Mulai dari bench, simulator, jaringan FAT, atau jaringan engineering yang terisolasi. Jangan langsung mulai dari jaringan operasional sebelum mapping, stale behavior, dan output behavior dipahami.
- Ketahui IP relay atau IED.
- Pastikan akses IEC 61850 MMS melalui TCP port 102.
- Siapkan file SCL jika ada: ICD, CID, IID, atau SCD.
- Siapkan client pemakai data: HMI/SCADA untuk Modbus TCP, atau MQTT broker untuk output MQTT.
2. Tambahkan sumber IED
Gunakan discovery dari IP live jika device dan network mendukung. Gunakan import SCL jika file engineering tersedia dan planning deterministic dibutuhkan.
3. Pilih signal penting
Mulai dari set kecil yang mudah diaudit: posisi breaker, start/trip proteksi, alarm, mode/status, dan measurement utama. Tambahkan point lain setelah mapping pertama terbukti benar.
4. Validasi value sumber
Sebelum output dipublish, pastikan setiap point terbaca benar dan konteksnya jelas. Cek value, type, quality, timestamp, stale indication, dan communication status.
5. Konfigurasi output Modbus TCP
Tentukan range alamat yang stabil. Dokumentasikan setiap point: address, tipe data, scaling, arti Boolean, stale behavior, dan quality handling. Uji dengan HMI atau Modbus client yang akan memakai data.
6. Konfigurasi output MQTT
Gunakan topic naming yang konsisten. Publish konteks bersama value agar dashboard tidak menampilkan value telanjang tanpa quality dan timestamp.
7. Jalankan dan amati
Start runtime lalu pantau workspace ARServer. Pastikan sisi relay, runtime cache, polling Modbus client, publish MQTT, dan diagnostics berjalan sesuai harapan.
8. Validasi handover
Sebelum gateway diberikan ke engineer lain atau operator, dokumentasikan mapping dan bukti validasi. Gunakan validation matrix sebagai checklist acceptance di bench.